Monday, 22 September 2014

Sejarah Biologi Sel

Tags

Sejarah biologi sel bermula dari penemuan dari alat yang mampu melihat dan mencermati benda-benda terkecil yaitu mikroskop. Mikroskop itu sendiri sudah populer sebagai sebuah alat yang bermula dari penggunaan optik. Penggunaan optik itu sendiri bermula pada tahun 3000 SM yaitu Euclid yang hanya memanfaatkan sifat dari optik.

Di abad ke-11 Ptolemi dan Alhazan telah menjelaskan dari sifat-sifat optik. Penggunaannya belum sampai pada alat pembesar. Baru di abad ke 16, yaitu Leonardo Da Vinci dan Maurolyco yang memanfaatkannya untuk meneliti benda-benda kecil.

sejarah biologi sel

Di tahun 1590, Zachary dan Fransis Janssen (Janssen bersaudara) menemukan jika dua buah lensa cembung mampu mengamati benda yang teramat kecil. Dan hal ini merupakan awal dari prototype dari mikroskop.

Berlanjut pada tahun 1610, Galileo membuat mikroskop sederhana dengan mengkombinasikan beberapa lensa pada tabung timah. Setelah itu, di tahun 1632-1723 mikroskop ini mengalami perkembangan untuk mengamati benda-benda kecil, dialah Antony Van Leeuwnehoek. Selanjutnya adalah Robert hooke menerbitkan mikroskop yang telah disempurnakan dan mengamati benda-benda kecil yang dinamakan dengan sel.

Dari hasil pengamatan Robert Hooke tentang lapisan gabus pada mikroskop merupakan jaringan tumbuhan yang susunannya seperti sarang lebah yang berlubang dan ini disebut dengan sel, dan pada tiap sel dipisahkan oleh diafragma.

Pada mulanya sel berarti ruang yang kosong, ini diambil dari kata yunani yaitu Kytos. Di tahun1839 Schwann menjelaskan jika sel merupakan sebuah organisme. Dan organisme pada hewan atau tumbuhan tersusun dari beberapa sel. Dari teori inilah Schwann dijuluki sebagai bapak sitologi modern. Dari teori ini, kemudian muncullah klasifikasi seperti protozoa, protoplasma. Dari teori dasar inilah juga muncul DNA serta sintesis RNA.

Demikianlah ulasan tentang sejarah biologi sel yang asal-muasalnya dari penggunaan lensa cembung di masa lampau.