Wednesday, 25 March 2015

Sistem Ekskresi Pada Manusia secara singkat

Tags

Sistem Ekskresi Pada Manusia – Mungkin masih banyak yang belum mengenal tentang bagaimana sistem Ekskresi yang ada pada manusia. Mengenai sistem ekskresi itu sendiri yakni merupakan bagian dari proses pembuangan zat-zat hasil dari sisa metabolisme yang mana bagian organ tubuh yang memiliki tugas untuk melakukan proses ekskresi ini yakni diantaranya ginjal, kulit, paru-paru dan juga hati.

- Ginjal

Merupakan salah satu organ tubuh manusia yang mana juga memproses sistem ekskresi itu sendiri. Seperti yang kta tahu  salah satu sistem ekskresi pada manusia yakni sistem urine yang mana ginjal menjadi organ penyusunnya. Ginjal itu sendiri tentunya terdapat dibagian sebelah kanan dan juga kiri tulang pinggang. Mengenai bentuk ginjal yang mana terlihat seperti buah kacang merah, yang berwarna coklat tentunya letak ginjal itu sendiri dilindungi oleh tulang rusuk. Manusia sendiri memiliki 2 buah ginjal, untuk ginjal yang sebelah kanan sedikt lebih kecil jika dibandingkan ukurannya dengan yang sebelah kiri, ini tentunya disebabkan karena ginjal yang sebelah kanan didesak dengan hati.

- Hati

Organ tubuh yang satu ini juga merupakan salah satu alat ekskresi yang mana tentunya menghasilkan empedu. Seperti yang tahu empedu itu sendiri memiliki warna yang kehijauna dengan rasa yang pahit. Empedu itu sendiri harus dikeluarkan dari tubuh karena tentunya mengandung zat darah merah yang rusak dan dihancurkan di limpa. Hati ini terdapat di dalam rongga perut bagian kanan tentunya berada dibawah diafragma. Warna hati itu sendiri yakni merah tua dan juga merupakan kelenjar terbesar yang ada didalam tubuh manusia yakni sebesar 2 kg. Hati itu sendiri dilindungi oleh selaput tipis yang mana sering juga dikenal dengan kapsula hepatitis. Didalam hati juga terdapat pembuluh darah dan juga empedu yang mana keduanya disatukan oleh selaput jaringan yakni capsula glison. Fungsi daripada hati itu sendiri yakni tentu untuk menghasilkan getah empedu dari hasil perombakan sel darah merah yang ada didalam tubuh.

- Kulit

Yang mana merupakan lapisan jaringan yang terletak dipermukaan tubuh kita yang juga merupakan organ yang paling luas. Kulit itu sendiri sangat tipis pada dasarnya tentu dilapisi dengan lapisan yang menyusunnya. Kulit ini juga merupakan salah satu organ ekskresi, hal ini dikarenakan adanya kelenjar keringat yang mengekskresikan zat-zat sisa. Selain sebagai organ ekskresi tentunya kulit juga termasuk sebagai indera perasa dan peraba dengan fungsi utamamnya yakni sebagai alat ekskresi untuk mengeluarkan keringat. Disamping itu juga kulit mampu menghasilkan minyak dengan kelenjar minyak. Adapun fungsi hati yang lainnya yakni sebagai berikut:

1. Sebagai alat indera perasa dan peraba

2. Sebagai organ untuk mengatur suhu tubuh kita

3. Tempat yang digunakan untuk membentuk vitamin D dari provitamin D

4. Menjadi pelindung untuk jaringan yang ada dibawah hati

5. Sebagai tempat untuk menyimpan lemak

- Paru-paru

Organ yang satu ini juga menjadi salah satu organ yang berfungsi untuk proses ekskresi yang mana kita kenal paru-paru ini memiliki fungs sebagai alat pernapasan. Paru-paru itu sendiri terdapat didalam rongga dada dan dibagian bawahnya ada diafragma yang menempel. Manusia itu sendiri memiliki 2 paru-paru yang mana dilindungi oleh tulang-tulang rusuk dan juga dilapisi dengan selaput tipis yang mana kita sebut dengan pleura. Paru-paru kanan atau dexter yang mana mempunyai 3 gelambir sedangkan untuk paru-paru kiri atau sinister ini memiliki 2 gelambir. Paru-paru sebagai organ ekskresi yang mana bisa mengeluarkan ekskret yang mana berupa gas karbondioksida dan juga uap air yang merupakan zat sisa dari proses pernapasan.

Itulah informasi mengenai sistem ekskresi pada manusia yang mana tentunya ada 4 organ yang menjadi organ ekskresi. Semoga apa yang sudah diberikan diatas bisa menjadi informasi yang berguna untuk Anda

Artikel Sebelumnya

Sistem pencernaan pada manusia

Sistem reproduksi pada manusia

Ciri ciri darah rendah

Mengenal siklus menstruasi, dan penyebab haid tidak lancar pada wanita

Tags

Siklus Menstruasi -  Siklus menstruasi akan dialmi oleh seorang wanita yang sudah remaja, siklus menstruasi setiap wanita tiadak ada yang sama ada yang 21 hari dan bahkan ada yang sampai 30 hari sekali. Siklus menstruasi terjadi karena adanya pembentukan sel telur dan pembentukan endometrium. Adapun siklus menstruasi wanita akan terjadi selama 4 fase.

- Fase menstruasi pertama

Fase menstruasi pertama terjadi selama 1 – 5 hari, ciri ciri fase pertama adalah terjadinya penurunan hormon progesteron dan hormon estrogen yang mengakibatkan pembuluh darah di endometrium akan menegang, akibatnya suplai oksigen ke endometrium menurun. Karena kehamilan tidak terjadi maka endometrium akan berdegenerasi dengan cara mengalami peluruhan sel – sel dinding uterus, terjadi pemecahan pembuluh darah di endometrium, darah dan sel – sel endometrium akan keluar melalui vagina. disinilah yang disebut menstruasi yang akan berlangsung pada hari ke 5- 7 hari.

 

siklus menstruasi

 

- Fase kedua menstruasi

Fase kedua disebut fase Folikuler (Fase Reparasi) yang ditandai dengan terjadinya proses penyembuhan  yang disebabkan pecahnya pembuluh darah. Fase ini akan dipengaruhi oleh hormon estrogen yang diproduksi oleh folikel. Hormon estrogen berfungsi untuk merangsang pertumbuhan lapisan sel endometrium, pembuluh darah dan kelenjar. Fase ini terjadi pada hari ke 6 –10 hari.

siklus menstruasi

- Fase ke 3 Menstruasi

Fase ketiga menstruasi atau biasa disebut masa fertil (masa subur). Pada fase ini memiliki ciri ciri terjadi peningkatan hormon estrogen yang akan menghasilkan LH. Jika LH meningkat maka sel folikel akan memproduksi hormon progesteron yang berperan dalam mematangkan folikel dan merangsang terjadinya ovulasi. Ovum akan bergerak di sepanjang tuba fallopi, dimasa inilah seorang wanita mengalami masa subur dan siap dibuahi karena ovum telah dilepaskan dari ovarium. Fase ini akan terjadi pada hari ke 11 – 18 hari.

 

siklus menstruasi

- Fase ke 4 menstruasi

Fase ke 4 dari menstruasi atau biasa disebut fase luteal adalah fase dimana folikel graaf mengalami pecah menjadi korpus luteum yang memiliki banyak darah setelah terjadi ovulasi. Perubahan folikel graaf menjadi korpus luteum disebabkan karena adanya LH. Pada fase ini dinding endometrium akan menjadi tebal dan lembut dan memiliki banyak pembuluh darah untuk mempersiapkan kehamilan. Jika seorang wanita tidak hamil maka korpus luteum akan mengalami degenerasi menjadi korpus albikans sehingga hormon progesteron dan hormon estrogen akan menghilang atau menurun jumlahnya..

siklus menstruasi

Menghitung masa subur

Masa subur adalah masa dimana seorang wanita berpeluang besar mengalami kehamilan. hal ini sebaiknya dipahami bagi pasangan yang ingin segera memiliki anak. Namun tidak semua paham bagaimana menghitung masa subur wanita dan berapa lama masa subur tersebut terjadi. menghitung masa subur dapat dilakukan dengan metode kalender. Masa subur adalah masa dimana terjadi oevulasi atau sel telur sedang bergerak di tuba fallopi,  masa subur ini terjadi pada fase ke tiga menstruasi

kalender masa subur

gambar kalender masa subur.

Berikut ini adalah penjelasan kalender masa subur dimana pada fase menstruasi atau pada hari ke 21 sampai hari ke 7 peluang kehamilan sangat kecil sekali, sedangkan pada hari ke 8,9,18,19,20 adalah masa peluang terjadinya kehamilan menengah. Sedangkan sisanya pada hari ke 10 – 14 disitulah hari dimana peluang terjadinya kehamilan pada wanita sangat tinggi terlebih lagi pada hari ke 12 – 16 dimana sedang terjadi ovulasi.

Penyebab haid tidak lancar

Haid yang tidak lancar sering kali menyebabkan wanita menjadi stres dan tidak sedikit yang menganggap bahwa ada masalah pada tubuhnya dan bahkan menduga dirinya sedang hamil. Memang benar bahwa penyebab haid tidak lancar dikarenakan ada masalah pada tubuh baik secara hormonal maupun psikologi.Namun harus diwaspadai adalah bila haid tidak teratur bisa jadi ada tanda anda sedang terkena penyakit serius. Nah berikut ini beberapa penyebab haid tidak lancar.

1. Turunnya berat badan

Orang yang terkena penyakit berbahaya biasanya mengalami penurunan berat badan yang sangat drastis, beberapa penyakit seperti anoreksia dan bulimia dapat menjadi biang keladi turunnya berat badan dan terlambatnya menstruasi.

2. Sering stres

Terlalu sering mengalami stres baik yang disebabkan oleh pekerjaan dirumah ataupun di kantor dapat memberikan pengaruh terhadap bagian otak yaitu hypotalamus. Di dalam hypotalamus terdapat hormon yang berpran dalam mengatur masa haid. dampak yang ditimbulkannya yaitu bila hypotalamus mengalami gangguan maka dampaknya produksi  hormon menjadi tidak seimbang

3. Masalah pada tiroid

Kelenjar tiroid terletak di bagian leher berperan dalam negatur proses metabolisme pada tubuh manusia. Kelenjar ini akan bekerja secara bersamaan dengan kelanjar lainnya di tubuh. Akibatnya bila kelenjar tiroid terganggu maka siklus haid akan menjadi tidak teratur.

4. Aktivitas pada hormon

Beberapa jenis aktivitas harian dapat menyebabkan gangguan pada hormon yang berhubungan dengan haid pekerjaan yang menyebabkan kelelahan berlebihan dan stres serta beban pikiran yang terlampau banyak akan memnegaruhi kinerja hormon progesteron dan estrogen akibatnya siklus menstruasi menjadi tidak akan teratur lagi

5. Konsumsi pil kontrasepsi

Pil kontrasepsi dikonsumsi untuk mencegah terjadinya kehamilan namun ternyata beberapa jenis pil kontrasepsi yang dikonsumsi dengan dosis rendah dapat memberikan efek pada haid yang tidak teratur. Walaupun hal ini tidak terlalu berbahaya tetapi dapat membuat pusing karena haid menjadi tidak teratur.

6. Adanya pertumbuhan jamur dan  tumor

Beberapa penyakit seperti pertumbuhan jamur yang dialami oleh seorang olahragawan dapat memberikan efek haid menjadi tidak teratur, demikian pula dengan penyakit tumor yang bersarang di tubuh dapat mempengaruhi siklus menstruasi.

Demikianlah pembahasan mengenai siklus menstruasi, menghitung masa subur, dan penyebab haid tidak lancar.

Artikel Sebelumnya

Sistem pencernaan pada manusia

Sistem reproduksi pada manusia

Ciri ciri darah rendah

Thursday, 19 March 2015

Sistem pencernaan pada manusia, organ, dan penyakit pencernaan

Tags

Sistem pencernaan pada manusia – sistem pencernaan manusia sangat kompleks dan sudah sangat baik dalam melakukan proses pencernaan. Hal ini didukung oleh organ dan kelenjar yang masing – masing memiliki fungsi tertentu dan melakukan kerjasama. Fungsi sistem pencernaan di dalam tubuh adalah untuk memecah zat makanan menjadi sari sari makanan yang dibutuhkan oleh sel dan jaringan tubuh.

Proses pencernaan makanan dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu pencernaan mekanis dan pencernaan kimiawi.

1. Pencernaan mekanis adalah proses pencernaan yang dilakukan dengan melalui proses mengunyah dan pemerasan. Proses mengunyah terjadi pada bagian gigi sedangkan peremasan terjadi di dalam lambung.

2. Pencernaan kimiasi adalah proses pencernaan yang melibatkan enzim – enzim pencernaan dimana pada proses ini terjadi pemecahan molekul makanan menjadi lebih kecil menggunakan enzim – enzim pencernaan.

Proses pencernaan makanan dimulai dari bagian mulut sampai pada pengeluaran zat – zat sisa hasil pencernaan yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh. Adapun selama proses pencernaan makanan melalui hal – hal berikut ini :

a. Ingesti adalah proses memasukkan makanan ke dalam tubuh melalui mulut

b. Mastikasi adalah proses dalam mengunyah makanan yang dilakukan oleh gigi.

c. Deglutisi adalah proses menelan makanan yang terjadi di kerongkongan

d. Digesti adalah proses mengubah makanan yang berukuran besar menjadi molekul yang sangat sederhana, proses ini dibantu oleh enzim yang ada di dalam lambung.

e. Absorbsi adalah proses penyerapan sari – sari makanan yang terjadi di bagian usus halus.

f. Defekasi adalah proses pengeluaran zat sisa pencernaan makanan yang tidak dibutuhkan oleh tubuh melalui bagian anus.

Organ pencernaan manusia

Selama proses pencernaan makanan dibutuhkan banyak organ pencernaan manusia yang saling membantu mengelola makanan hingga dapat diserap oleh tubuh dengan baik. Berikut ini adalah organ pencernaan manusia secara berurutan :

1. Mulut

Di dalam mulut makanan yang masuk akan mengalami proses pencernaan secara mekanis dan kimiawi. Adapun di dalam mulut memiliki beberapa alat pencernaan yang membantu proses pencernaan seperti lidah, gigi, kelenjar ludah (glandula salivales).

a. Gigi

Gigi pada manusia berfungsi untuk proses pencernaan secara mekanis karena ia dapat membantu memecahkan makanan menadi potongan yang lebih kecil lagi sehingga mudah dicerna oleh enzim – enzim pada proses selanjutnya. Selama pertumbuhan gigi manusia terus mengalami perubahan dimulai dari munculnya gigi susu hingga gigi tetap (permanen). Gigi yang pertama kali tumbuh disebut gigi susu, pada anak yang berusia 6 tahun jumlah giginya sebanyak 20 dan memiliki susunan seperti berikut ini
- Gigi seri (dens insisvisus) yang jumlahnya 8 buah berguna untuk memotong – motong makanan.

- Gigi taring (dens caninus) jumlahnya 4 buah yang berfungsi untuk merobek makanan

- Gigi geraham kecil (dens premolare) jumlahnya 8 buah dan berperan dalam mengunyah makanan.

 

susunan gigi anak - anak dan orang dewasa

gambar susunan gigi anak anak dan orang dewasa

Saat masih berusia antara 6 sampai 14 tahun gigi susu akan tanggal atau tercabut dan digantikan oleh gigi permanen. Gigi permanen jumlah totalnya 32 buah akibat penambahan pada bagian geraham besar sebanyak 12 buah.

 

struktur gigi

gambar struktur gigi

Setiap gigi yang tertanap pada rahang kita memiliki struktur yang kompleks dengan bagian bagian sebagai berikut :


1) Mahkota gigi (corona) adalah  bagian yang tampak dari luar.
2) Akar gigi (radix) adalah  bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
3) Leher gigi (colum) adalah  bagian yang dilinduni oleh gusi.

Sedangkan bagian penampang gigi dapat dibagi menjadi .
1) Email (glazur atau enamel) adalah bagian paling luar dari gigi. Email adalah strtuktur yang paling keras dari tubuh karena mengandung 97% kalsium dan 3% bahan organik.
2) Tulang gigi (dentin), terletak di sebelah dalam email, tulang gigi tersusun atas zat dentin.
3) Sumsum gigi (pulpa), adalah  bagian dari gigi  yang paling dalam. Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf.
4) Semen adalah  pelapis bagian dentin yang masuk hingga ke rahang.

 

b. Lidah

Lidah adalah bagian dalam sistem pencernaan yang berperan dalam proses pencampuran dan menelan makanan serta berperan dalam mempertahankan makanan agar selalu terletak diantara gigi atas dan gigi bawah sehingga mudah dikunyah. Selain itu lidah juga berperan dalam mengecap rasa makanan karena mengandung reseptor pengecap. Lidah disusun oleh otot lurik dan bagian permukaannya dilapisi oleh lapisan epitelium yang mengandung kelenjar lendir (mukosa).

c. Kelenjar ludah

Di dalam rongga mulut terdapat 3 pasang kelenjar ludah yaitu glandula parotis, glandula sublingualis dan glandula submandibularis.Air ludah berperan dalam proses mengubah zat makanan secara kimiawi di dalam mulut anda. Airl udah berperan dalam membasahi dan membuat makanan menjadi lebih lembek sehingga mudah ditelan. Kandunga iar ludah terdiri dari air (99%) dan enzim amilase yang berperan dalam menguraikan pati dalam makanan menjadi gula yang sederhana (glukosa dan maltosa). Makanan yang telah dilumatkan oleh kelenjar di dalam mulut disebut bolus, bolus akan diteruskan ke bagian sistem pencernaan lainnya.

 

2. Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan adalah saluran pada sistem pencernaan setelah makanan melewati mulut, panjangnya sekitar 25 cm yang akan dilalui oleh bolus menuju lambung. Bagian dalam dari kerongkongan selalu basah oleh cairan yang diproduksi oleh dinding kerongkongan agar bolus selalu basah dan licin. Kondisi yang basah ini membuat bolus mudah bergerak dari kerongkongan ke lambung. Selain itu pergerakan bolus juga disebabkan karena gerak peristaltik yang terjadi pada dinding otot kerongkongan. Gerak peristaltik terjadi akibat gerakan otot kerongkongan secara bergantian berkontraksi dan berelaksasi.


proses gerak bolus secara peristaltik

gambar gerak peristaltik bolus pada kerongkongan.

3. Lambung
Lambung adalah organ pencernaan yang dilaui makanan dari kerongkongan. lambung memiliki bentuk seperti kantung dan letaknya di bagian bawah sekat rongga badan. lambung terbagi menjadi beberapa bagian sebagai berikut


a. Bagian atas disebut kardiak, adalah bagian lambung yang berbatasan dengan esofagus.
b. Bagian tengah disebut fundus, adalah bagian badan atau tengah lambung.
c. Bagian bawah disebut pilorus,adalah bagian lambung yang berbatasan dengan usus halus.
Diantara lambung dan kerongkongan terdapat otot sfinkter kardiak yang akan terbuka secara refleks bila ada bolus yang masuk. Sedangkan pada bagian pilorus terdapat otot yang disebut sfinkter pilorus

Bagian otot lambung juga mengalami kontraksi seperti otot di kerongkongan. otot – otot ini akan bekerja dalam menekan, meremas dan mencampur bolus yang masuk menjadi kimus (chyme). Proses peremasan yang dilakukan oleh lambung disebut proses pencernaan secara mekanis.

 

struktur lambung

gambar struktur lambung dan bagian – bagian lambung.

Di dalam lambung juga terjadi proses pencernaan secara kimiawi menggunakan getah lambung. Getah ini dihasilkan pada bagian bawah fundus, sementara itu bagian dalam lambung akan menghasilkan lendir yang berperan dalam melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam lambung, lendir ini juga akan beregenerasi bila terjadi cidera.

Getah lambung akan di produksi bila ada rangsangan dari bolus yang masuk ke dalam lambung. Getah lambung memiliki zat seperti air, HCL dan enzim (renin, pepsinogen, dan lipase).

Asam lambung memiliki banyak fungsi diantaranya sebagai berikut
a. Asam lambung dapat mengaktifkan enzim yang ada pada lambung, contohnya epsinogen diubah menjadi pepsin. Pepsinogen berperan dalam memecah protein menjadi proteosa

b. membantu dalam menetralkan sifat alkali dari bolus yang masuk

c. Mengubah kelarutan garam mineral.

d. Membunuh kuman yang masuk dengan cara mengasamkan kondisi lambung hingga pH menjadi 1-3
e. berperan dalam membuka dan menutupnya katup diantara lambung dan usus 12 jari.

f. Merangsang proses sekresi getah usus.

 

Di dalam asam lambung juga terdapat enzim renin yang berperan dalam mengendapkan kasein dari susu. Di dalam kondisi asam juga akan menghasilkan pembentukan pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin ini nantinya akan berperan dalam memecah molekul protein menjadi peptida. Sementara itu lipase akan memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Setelah itu kimus akan bergerak masuk ke dalam usus halus melalui sfinkter pilorus yang ukurannya kecil. Jika otot ini berkontraksi maka kimus akan terdorong masuk ke usus halus sedikit – demi sedikit.

 
4. Usus halus
Usus halus adalah saluran yang berhubungan dengan lambung. usus halus memiliki panjang sekitar 6 – 8 meter dengan lebar 25 mm. di dalam usus halus terdapat vili atau jonjot – jonjot usus. Vili berfungsi untuk memperluas permukaan usus halus sehingga penyerapan makanan menjadi lebih maksimal.

Usus halus dibagi menjadi tiga bagian seperti berikut:
a. duodenum (usus 12 jari), memiliki panjang± 25 cm,
b. jejunum (usus kosong), memiliki panjang  ± 7 m,
c. ileum (usus penyerapan), memiliki panjang  ± 1 m.

gambar struktur anatomi usus halus

gambar struktur anatomi usus halus

 

Selama di dalam usus halus, molekuk pati dicerna secara sempurna menjadi glukosa. Sementara itu protein juga dicerna menjadi asam amino dan semua lemak dicerna menjadi gliserol dan asam lemak.
Proses pencernaan di dalam usus halus didominasi oleh pencernaan kimiawi karena melibatkan banyak enzim

Hati, pankreas dan kelenjar yang ada di dalam dinding usus halus akan menghasilkan getah pencernaan. Getah ini nantinya akan bercampur dengan kimus di dalam usus halus. Adapun getah tersebut adalah getah empedu, getah pankreas dan getah usus.


a. Cairan Empedu
Cairan empedu memiliki warna kuning kehijauan, kandungan cairan empedu 86% adalah air dan tidak memiliki enzim. Cairan empedu mengandung mucin dan dan garam empedu untuk proses pencernaan makanan. berikut ini kandungan dari cairan empedu.

1) Air berfungsi untuk pelarut utama.
2) Mucin berfungsi untuk membasahi dan melicinkan duodenum sehingga dinding usus halus tidak mengalami iritasi.
3) Garam empedu, mengandung natrium karbonat sehingga  empedu bersifat alkali. Garam empedu memiliki fungsi untuk  menurunkan tegangan permukaan lemak dan air (mengemulsikan lemak).

Cairan empedu dihasilkan oleh hati , dalam sistem pencernaan Hati memiliki fungsi untuk membentuk empedu, menimbun zat makanan dair darah dan menyerap zat besi dari sel darah yang telah rusak. hati juga memiliki fungsi untuk membentuk darah pada janin, membantu proses pembentukan fibrinogen dan heparin untuk disalurkan ke sistem peredaran darah dan mengatur suhu tubuh.

Getah empedu masuk ke usus halus dari  hati dan masuk melalui saluran empedu. empedu ini akan berperan dalam mencerna lemak, sehingga sebelum lemak dicerna ia akan bereaksi dengan cairan empedu dahulu. Cairan empedu berperan dalam menetralkan HCL dalam kimus, merangsang gerak peristaltik pada usus an menghentukan kerja pepsin pada protein.

b. Getah Pankreas
Getah pankreas dihasilkan oleh organ pankreas. pankreas juga berperan dalam menghasilkan hormon insulin. Insulin dibentuk dari sel – sel yang berbentuk mirip mulau yang disebut langerhans. insulin berperan dalam menjaga kondisi gula darah agar selalu normal sehingga seseorang tidak terkena diabetes melitus. Getah pankreas akan mengalir menuju usus halus melalui saluran pankreas.. Pankreas juga memproduksi enzim lipase (memecah lemak), enzim tripsin (memecah protein) dan enzim amilase (memecah pati).


c. Getah Usus
Kelenjar yang terdapat pada dinding usus berperan dalam memproduksi getah usus. Di dalam getah usus tersebut mengandung enzim berikut ini :


1) Sukrase, berperan dalam  mempercepat proses pemecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
2) Maltase, memiliki peran mempercepat proses pemecahan maltosa menjadi dua molekul glukosa.
3) Laktase, memiliki fungsi untuk membantu mempercepat proses pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
4) Enzim peptidase, memiliki kegunaan dalam  membantu mempercepat proses pemecahan peptida menjadi asam amino.

Monosakarida, asam amino, asam lemak, dan gliserol yang merupakan hasil pencernaan terakhir di usus halus akan  diabsorpsi atau diserap melalui dinding usus halus terutama pada bagian jejunum dan ileum. Selain itu vitamin dan mineral juga akan diserap diserap. Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak, penyerapannya bersama dengan pelarutnya, adapun  vitamin yang larut dalam air penyerapannya dilakukan oleh bagian jonjot usus.

Proses penyerapan yang terjadi di usus halus ini dilakukan oleh villi (jonjot-jonjot usus). Di dalam villi ini terdapat banyak pembuluh darah, pembuluh kil (limfa), dan sel goblet.

Pada proses ini asam amino dan glukosa diserap dan diangkut oleh darah menuju ke hati melalui sistem vena porta hepatikus, sedangkan asam lemak akan bereaksi terlebih dahulu dengan garam empedu membentuk emulsi lemak. Emulsi lemak bersama dengan gliserol diserap ke dalam villi. Selanjutnya di dalam villi, asam lemak akan dilepaskan, kemudian asam lemak mengikat gliserin dan membentuk lemak kembali. Lemak yang terbentuk masuk ke tengah villi, yaitu ke dalam pembuluh kil (limfa). Melalui pembuluh kil, emulsi lemak menuju vena sedangkan garam empedu masuk ke dalam darah menuju hati dan dibentuk lagi menjadi empedu. Bahan-bahan yang tidak dapat diserap di usus halus akan didorong menuju usus besar (kolon).

 

5. Usus besar
Usus besar biasa disebut sebagai kolon panjangnya sekitar 1 meter dan terbagi menjadi 3 bagian yaitu kolon ascendens, kolon transversum dan kolon descendens. Diantara usus halus dan usus besar terdapat usus buntu, bagian ujung dari usus buntu terdapat umbai cacing yang berbentuk tonjolan kecil. di dalam umbai cacing terdapat sel darah putih yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh (imunitas)

Zat – zat sisa yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh akan di dorong ke bagian belakang dengan gerak peristaltik. Zat sisa tersebut mengandung banyak air dan garam mineral yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Air dan garam mineral tersebut akan diserap kembali oleh dinding usus bagian kolon ascendens. Zaat zat sisa tersebut akan menetap pada usus halis selama 11 sampai 4 hari dimana pada waktu tersebut akan terjadi proses pembusukan dengan bantuan bakteri Escherichia coli. Pada tahap akhir zat sisa ini akan didorong sedikit demi sedikit ke rektum dan keluar melalui anus dengan proses defekasi

usus besar dan anus

gambar usus besar dan anus

 

Penyakit pada sistem pencernaan

Penyakit pada sistem pencernaan manusia cukup banyak yang disebabkan karena pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur. berikut ini penyakit pada sistem pencernaan yang sering terjadi pada manusia

1. Diare

Diare adalah penyakit gangguang pada sistem pencernaan yang disebabkan oleh iritasi pada bagian selaput lendir kolon oleh bakteri disentri. Ciri ciri dari diare adalah feses yang keluar menadi lebih cair dari biasanya. Selain karena bakteri juga dapat disebabkan oleh zat – zat beracun yang kita konsumsi.

2. Sembelit

Sembelit atau biasa disebut konstipasi adalah salah satu masalah pada sistem pencernaan yang diakibatkan karena terlambat defekasi. Dampak yang ditimbulkannya adalah terjadinya penyerapan air yang berlebihan pada usus besar sehingga feses menadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan dari dalam tubuh. Banyak faktor penyebab sembelit seperti makan – makanan yang tidak sehat dan juga kebiasaan buruk sering menahan  keinginan untuk BAB.

3. Gastritis

Gastritis adalah masalah pada sistem pencernaan yang disebabkan oleh peradangan pada bagian lambung anda. peradangan tersebut bisa disebabkan karena makanan yang tidak bersih dan juga mengandung asam yang berlebih sehingga produksi asam lambung sangat banyak.
.
4. Appendistis

Penyakit appendistis atau biasa disebut penyakit usus buntu adalah salah satu masalah sistem pencernaan yang disebabkan karena peradangan atau pembengkakan pada bagian umbai cacing. pembengkakan tersebut akan menimbulkan rasa sakit dan munculnya nanah. biasanya pengobatan penyakit usus buntu harus melalui operasi.

5. Hemoroid

Hemoroid atau wasir adalah salah satu penyakit pada sistem pencernaan yang disebabkan oleh pembengkakan pada vena di anus seseorang. Orang yang memiliki penyakit sembelit berpeluang untuk terkena penyakit hemoroid ini adapun ciri ciri penyakit wasir adalah munculnya rasa gatal, nyeri dan terjadi pendarahan pada bagian anus.

Demikianlah artikel pembahasan mengenai sistem pencernaan pada manusia, organ pencernaan dan penyakit pada pencernaan. Semoga bermanfaat untuk kita semua.

Artikel sebelumnya

Mengenal tumbuhan Thallophyta

Reproduksi tumbuhan paku (metagenesis)

Tumbuhan berbiji (Spermatophyta)

Tuesday, 3 March 2015

Sistem Reproduksi Pada Manusia, Alat reproduksi pria dan wanita

Tags

Sistem Reproduksi Pada Manusia - Setiap mahluk hidup tentunya akan berkembang biak yang mana hal tersebut dilakukan untuk melestarikan jenisnya. Untuk berkembang biak sendiri manusia biasanya menggunakan alat reproduksi, yang mana alat reproduksi pada manusia itu sendiri terdiri dari beberapa bagian yang disebut juga dengan sistem reproduksi. Sistem reproduksi merupukan suatu rangkaian dan juga interaksi organ yang juga didalam zat dalam organism yang mana bisa dipergunakan untuk berkembang biak.

Alat Reproduksi Pria

Alat reproduksi reproduksi pria itu sendiri terdiri dari 2 bagian utama yakni testis sebagai tempat pembentukan sperman dan penis. Kedua organ tersebut tentu berada diluar perut yang mana memungkinkan untuk mengatur suhu sperman yang biasa nya membutuhkan suhu tertentu untuk bertahan hidup[ yakni sekita 2-3 derajat C lebih rendah daripada suhu tubuh normal yakni 37 derajat C. Dibawah ini ada bagian-bagian untuk alat reproduksi pada pria:

1. Testis yang mana merupakan tempat untuk menghasilkan sperma dan juga sebagai tempat untuk hormon kelamin, testis ini memiliki jumlah sepasang dan berbentuk bulat telur.

2. Epididimis yang mana adalah saluran yang keluar dari testis dan setiap testis mempunyai satu epididimis yang jumlahnya sepasang.

3. Vas Deferens yang mana adalah saluran lanjutan dari epididimis fungsina yakni sebagai penghubung antara epididimis dengan kantong sperma

4. Vesikula seminalis yang mana merupakan sebuah kantong yang dindingnya bisa menghasilkan getah untuk makanan sperma

5. Kelenjar cowper yang merupakan kelenjar yang bisa menghasilkan getah berupa lender dan dialirkan ke uretra

6. Uretra yang merupakan saluran urine didalam kandung kemih hingga keluar tubuh melewati penis

7. Penis merupakan organ yang memiliki peran dalam proses kopulasi, yakni hubungan antara kelamin pria dan wanita yang bertujuan untuk memindahkan sperma ke rahim wanita

8. Skrotum merupakan kantong testis yang memiliki fungsi untuk melindungi testis dan juga bisa mengatur suhu testis.

Proses Pembentukan Sperma

Proses pembentukan sperma pada pria terjadi di bagian testis. Proses pembentukan sperma biasa disebut spermatogenesis, seorang pria dalam sekali ejakulasi dalam menghasilkan sekitar 250 –500 juta sel sperma per mili liternya. Dan sperma ini akan tetap di produksi seumur hidup.Nah kita akan bahas mengenai bagaimana proses pembentukan sperma mulai dari awal hingga akhir.

Spermatogenesis dimulai dari sel spermatogonia yang ada di dinding tubulus seminiferus yang memiliki 23 pasang kromosom, ia mengalami pembelahan secara mitosis dan menghasilkan spermatosit primer yang masing – masing memiliki 23 pasang kromosom.

Spermatosis primer kemudian mengalami pembelahan lagi secara meiosis yang pertama dan menghasilkan 2 spermatosit sekunder yang bersifat haploid. Setiap spermatosit sekunder ini kembali mengalami pembelahan secara meiosis tahap kedua dan menghasilkan 2 spermatid yang bersifat haploid.

Tahap terakhir spermatid ini mengalami diferensiasi menjadi sperma masak dan memiliki sifat haploid.

tahap - tahap spermatogenesis

gambar tahap – tahap spermatogenesis

Bagian – bagian Sel sperma

Sel sperma dirancang khusus oleh Allah di dalam tubuh pria agar dapat dengan mudah menemukan sel ovum pada wanita. Oleh karena itu bagian – bagian sperma yang pas dengan fungsinya masing – masing. Ada 3 bagian utama dari sel sperma yaitu Bagian kepala, bagian tengah dan bagian ekor, berikut ini pembahasannya


1) Bagian kepala

Bagian kepala sel sperma terdapat inti sel (nukleus)yang bersifat haploid. Inti sel berisi sifat – sifat yang dimiliki oleh sang bapak.  mengandung inti sel (nukleus) yang. Di bagian ujung kepala sel sperma terdapat enzim hialuronidase dan proteinase yang berperan dalam mempercepat proses penembusan lapisan yang melindungi sel telur.


2) Bagian tengah

Di bagian tengah sel sperma memiliki banyak mitokondria, mitokondria ini berperan dalam menghasilkan energi untuk sperma bergerak dan berenang di dalam saluran untuk menuju ke sel ovum. Jika energi ini habis maka sel sperma tidak akan mencapai sel ovum atau mati di tengah jalan.

.
3) Bagian ekor

Bagian ekor sperma berperan dalam membantu pergerakan sel sperma dalam perjuangannya mencapai ovum. Bagian ekor ini akitf bergerak untuk mempercepat gerakan sel sperma mencapai tujuannya. Di bawah mikroskop sel sperma akan tampak bergerak – gerak oleh bagian ekor ini.

Bagian - bagian sel sperma

Alat Reproduksi Wanita

Sistem reproduksi pada wanita memiliki dua bagian utama yang mana yakni vagina dan juga uterus. Ovarium berguna untuk menghasilkan ovum betina. Adapun bagian-bagian alat reproduksi pada wanita yakni sebagai berikut:

1. Ovarium merupakan tempat untuk membentuk sel telur dan berjumlah sepasang dan juga terdapat didalam rongga badan

2. Tuba falopi merupakan penghubung antara ovarium dan juga rahim dengan jumlahnya sepasang dimana pembuahan sel telur oleh sperma akan diproses.

3. Rahim merupakan tempat janin yang mana terbentuk hingga terbentuknya embrio dan juga untuk kelahiran anak

4. Vagina yang merupakan saluran kelamin wanita dan juga tempat bayi keluar ketika saat kelahiran

Proses Pembentukan Ovum

Proses pembentukan ovum biasa disebut sebagai oogenesis. Ovum terbentuk di dalam ovarium, ovum telah ada pada wanita sejak ia dilahirkan, sel induk telur (oogonia) yang terdapat di dalam ovarium akan mengalami perkembangan. Dalam masa embrio oogonium akan melakukan pembelahan diri secara mitosis untuk membentuk oosit primer. Setelah embrio berusia 6 bulan maka oosit promer akan mengalami meiosis 1 dan akan berhenti pada fase profase. Oosit primer inilah akan berhenti membelah hingga masuk masa pubertas pada wanita.

Gambar oogenesis

 

image

Ketika wanita memasuki pubertas maka kelenjar hipofisis akan menghasilkan hormon FSH agar oosit primer melanjutkan pembelahan pada miosis 1. pada proses pembelahan ini akan dihasilkan 2 sel yang ukurannya tidak sama. Sel yang memiliki ukuran besar disebut oosit sekunder sedangkan oosit yang berukuran kecil disebut badan polar pertama.

Oosit sekunder dikelilingi oleh folikel. Hormon FSH akan mempengaruhi folikel – folikel di sekitar oosit sekunder untuk membelah berkali – kali agar terbentuk folikel de graaf (yaitu folikel yang sudah masak) dimana ada beberapa yang berongga.

Setelah itu sel sel folikel akan memproduksi estrogen yang berguna untuk merangsang kelenjar hipofisis agar merangsang LUteinizing Hormone (LH). Fungsi dari LH adalah untuk memacu terjadinya ovulasi. Sebelum ovulasi terjadi maka meiosis 1 sudah selesai. sementara itu oosit sekunder dan badan polar pertama akan melanjutkan pembelahan dengan melakukan meiosis II dan berhenti pada metafase II.

Setelah itu oosit sekunder akan dilepaskan dari ovarium sehingga ditangpak oleh fimbriae untuk dibawa ke oviduk. Proses ovulasi terjadi ketika oosit sekunder dilepaskan ke ovarium.

 

Sementara itu LH akan membuat sel – sel folikel berkembang menjadi korpus luteum. Korpus luteum selanjutnya akan memproduksi hormon estrogen dan progesteron. Fungsi hormon Progesteron adalah untuk menghambat kerja LH, sehingga pada saat ovulasi yang dilepas bukanlah ovum melainkan oosit sekunder pada tahap metafase II.

Jika terjadi pembuahan karena pertemuan  ovum dengan spermatozoa maka oosit sekunder dan badan polar pertama akan melakukan pembelahan lanjutan tahapan meiosis II. Pada pembelahan oosit sekunder akan menghasilkan 1 ootid dan 1 badan polar yang kedua, sementara itu badan polar pertama akan menghasilkan 2 badan polar kedua

Sebelum terjadi pembuahan ootis akan berdiferensiasi membentuk ovum sedangkan 3 badan polar yang tertempel di ovum akan mengalami proses degenerasi. Selanjutnya sel telur yang telah terbuahi dan yang tidak terbuahi akan berpindah menuju uterus

Sementara itu hormon progesteron akan memberikan pengaruh terhadap penebalan dinding uterus agar siap jika sewaktu waktu terjadi implantasi.
Jika ternyata sel telur tidak terbuahi maka akan terjadi peluruhan pada dinding uterus, inilah yang disebut menstruasi (haid). Menstruasi akan terjadi pada awak pubertas wanita. Ketika pubertas terjadi maka hormon seksual juga akan akan aktif, hormon tersebut akan memicu terjadinya perubahan fisik pada wanita seperti pertumbuhan payudara, pinggul melebar dan membesar dan juga akan tumbuh rambut pada area ketiak dan kemaluan.

Perubahan psikologis pada saat wanita pubertas adalah ia menjadi lebih feminin sehingga ia akan suka berdandan, sering curhat kepada orang lain karena perasaannya yang mudah tersentuh.

Siklus menstruasi

Bagaimana siklus menstruasi pada wanita? setiap wanita akan mengalami siklus menstruasi, silus menstruasi selalu berbeda pada tiap wanita karena perbedaan waktu pembentukan sel telur dan pembentukan endometrium. namun secara umum siklus menstruasi terjadi selama 28 hari dan ada juga beberapa yang terjadi 21 hari dan 30 hari.

Adapun siklus mentruasi wanita terjadi pada 4 fase yang digambarkan sebagai berikut .

image

  Proses fertilisasi

Proses fertilisasi pada manusia diawali dengan persetubuhan (koitus). Fertilisasi adalah peleburan antara inti sel spermatozoa dan inti sel telur, proses fertilisasi terjadi di oviduk atau uterus. Sperma yang berhasil menembus dinding sel telur akan meninggalkan ekor sperma di luar, setelah terjadi proses penyatuan inti maka akan tumbuh mennjadi zigot.

Zigot yang telah terbentuk akan berkembang selama 280 hari dalam 3 tahap yaitu

1. Tahap preimplantasi (7 hari pertama)

2. Tahap embrionik (7 minggu selanjutnya)

3. Tahap fetus  ( 7 bulan selanjutnya)

Berikut ini adalah penjelasan tahap tahap perkembangan zigot.
1) Periode Preimplantasi
Setelah 2 – 4 hari pasca terjadi pembuahan maka zigot akan mengalami perkembangan dari 1 sel menjadi 16 kelompok sel (morula) dari morula kemudian akan tumbuh dan berdiferensiasi menjadi 100 se. Selama periode tersebut zigot akan berjalan di sepanjang oviduk kemudian masuk ke uterus dan tertanam di endometrium uterus.

Setelah itu morula akan membentuk bola yang berongga (blastosit). Blastosit ini memiliki lapisan luar (tropoblas), dari tropoblas ini akan berkembang menjadi membran embrio, korion dan amnion. Amnion akan tumbuh membentuk vili dan membentuk plasenta, seteah mengalami perkembangan maka akan terbentuk talipusar yang menghubungkan fetus dan plasenta. Plasenta memiliki fungsi untuk jalan pertukaran gas, zat sisa ibu dan janin dan juga makanan, plasenta juga memiliki fungsi untuk melindungi janin dari penyakit dengan pembentukan imunitas yang pasif, melindungi dari organisme patogen dan dapat memproduksi hormon.

Proses implantasi

 

Amnion adalah kantong yang berisi cairan tempat embrio terletak, amnion ini berasal dari lipatan jaringan triploblas. Pada bagian dinding amnion akan memproduksi cairan ketuba yang berfungsi agar embrio tetap basah dan tahan terhadap goncangan.

Korion adalah selaput yang terletak di bagian luar amnion. Korion akan tumbuh keluar membentuk jonjot dimana ia terdiri dari mesoderma dan tropoblas yang berhubungan dengan rahim. Di dalam korin terdapat pembuluh darah yang berhubungan dengan peredaran darah
Alantois adalah jaringan yang terletak di dalam tali pusat dimana di dalamnya terdapat pembuluh darah yang menghubungkan sirkulasi embrio dan plasenta.

Kantong kuning telur (yolksack) terletak di antara kuning telur dan plasenta. Yolksack ini berfungsi untuk tempat munculnya sel sel darah merah dan pembuluh darah yang pertama bagi janin ia juga berfungsi untuk menyediakan makanan utama bagi embrio.

2) Periode Embrionik

Pada periode embrionik terjadi proses pembentukan kepala dimana wajah janin akan terlihat jelas dan juga pada bagian mata, telinga dan hidung serta leher sudah terbentuk secara sempurna. Selanjutnya akan terbentuk lengan yang dimulai dari jari jari, bagian kepala dan jantung akan membesar, sementara itu ekor akan memendek dan paha akan berkembang, akhir dari periode ini disebut fetus.


3) Periode Fetus
Periode fetus terjadi selama 6 bulan dimana fetus akan berkembang dengan sagnat cepat dan juga terjadi diferensiasi jaringan. Pada bulan ke 4 wajah janin akan sudah tampak seperti manusia normal karena bagian mata sudah ke bagian depan wajah, telinga sudah terletak sejajar dengan mata. Sementara itu lengan bawah tumbuh lebih lambat dibandingkan lengan atas. Proses osifikasi sebagian besar terpusat pada tulang. Jenis kelamin janin akan terlilat secara eksternal pada bulan  ke 3

Pada bulan ke 5 bagian kulit yang keriput akan tertutup oleh rambut, pada fase ini setiap pergerakan dari fetus akan dirasakan oleh ibu. sementara itu lemak akan mulai muncul pertama kali ketika jaringan lemak mulai terdiferensiasi pada minggu ke 14. DPada 2 bulan terakhir kehidupan fetus lemak yang ada akan terdeposit untuk mengisi bagian keriput di kulit dan mengisi berat badan bayi ketika lahir.

image

Kesehatan reproduksi wanita

Kesehatan reproduksi wanita adalah kondisi dimaana semua oragan – organ reproduksi berfungsi dengan baik dan bebas dari penyakit. Organ reproduksi wanita lebih kompleks dan lebih butuh banyak perawatan agar senantiasa normal. Nah berikut ini hal – hal yang harus diperhatikan untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita.

- Rutin mengganti pemblut ketika sedang memasuki masa haid terutama ketika darah yang keluar sangat banyak.

- Hindari memasukkan sabun ke dalam V karena dapat menyebabkan kering, iritasi pada kulit dan membuatnya gatal.

- Rutin mengganti celana dalam setidaknya 2 kali dalam sehari untuk mencegah infeksi dari bakteri

- Hindari penggunaan cairan pembersih V karena dapat menyebabkan PH dari V berubah

- hindari penggunaan celana dalam yang ketat karena bisa membuat lembab dan memudahkan pertumbuhan jamur.

- Mengurangi konsumsi minuman yang mengandung kafein karena dapat mengganggu kesuburan wanita.

- Tidak mengonsumsi alkohol karena orang yang rutin mengonsumsi allkohol dapat menurunkan kemampuan untuk hamil hingga 50 %

Penyakit pada sistem reproduksi

Penyakit pada sistem reproduksi juga cukup banyak dan membahayakan. Beberapa faktor seperti virus, bakteri maupun kelainan bawaan dapat menjadi kelainan pada sistem reproduksi pria maupun wanita. berikut ini beberapa penyakit pada sistem reproduksi.

- Aids (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)

Aids adalah penyakit yang ditularkan melalui reproduksi yang tidak sehat. Aids disebabkan oleh virus HIV (Human immunodeficiency virus) dan secara spesifik menyerang sistem imun pada manusia. Hingga hari ini penyakit ini belum dapat disembuhkan karena belum adanya obat yang dapat membunuh virus ini. Penyakit Aids dapat menular melalui kontak seksual, menurun ke anak dan transfusi darah.

- Epididimitis

Penyakit epididimitis khusus menyrang pria. Ciri ciri penyakit epididimis adalah adanya infeksi pada saluran epididimis yang menyebabkan ras nyeri pada testis atau terjadi pembengkakan pada salah satu baian testis pria. Epididimis termasuk dalam golongan penyakit menular secara seksual.

- Herpes Genetalis

Penyakit herpes genetalis adalah penyakit mnular sekual yang disebabkan karena infeksi virus bernama herpes. Tanda – tanda penyakit ini adalah adanya rasa gatal di sekitar alat kelamin pria maupun wanita.

- Gonore

Penyakit gonore adalah penyakit pada saluran reproduksi yang ditandai dengan keluarnya nanah pada saluran kencing. Nanah disebabkan karena adanya infeksi bakteri pada saluran reproduksi. Setelah sekian lama jika tidak diobati maka bakteri ini akan menyebar ke seluruh tubuh. Akibatnya akan terasa nyeri yang sangat di persendian.

- Keputihan

Penyakit keputihan dapat dibedakan mennadi 2 jenis yaitu keputihan normal dan tidak normal. Pada derah kewanitaan bila keluar cairan bening itu merupakan hal yang sering terjadi, tetapi bila keluar lendir berwarna bening, berbau atau menyebabkan gatal maka bisa jadi itu adalah keputihan yang harus diatasi.

- Kanker Prostat

Penyakit kanker prostas hanya terjadi pada pria. Kanker adalah pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan dapat menjalar ke seluruh bagian tubuh yang lainnya. salah satu ciri ciri dari kanker prostat adalah seseorang akan merasa kesulitan buang air kecil, terasa sakit pada bagian prostat kita, dan juga dapat menyebabkan impotensi.

- Kandida

Kandida adalah sejenis jamur yang dapat menginfeksi saluran reproduksi seseorang, ciri ciri infeksi kandida adalah adanya rasa gatal di sekitar kemaluan, pada wanita akan keluar cairan vagina yang memiliki warna seperti warna keju. Jamur kandida dapat menular ke orang lain.

.

- Kelainan Penyempitan Saluran Telur/Oviduk

Kelainan penyempitan saluran telur / oviduk dapat berakibat pada kemandulan karena sperma akan sulit bergerak dan mencapai oviduk sehingga pembuahan tidak mudah terjadi.

Begitu banyaknya penyakit pada sistem reproduksi maka sebaiknya kita semua menjaga kesehatan oragan reproduksi baik pria maupun wanita

Proses Reproduksi pada Manusia

Proses reproduk pada manusia itu sendiri dimulai dari dengan melakukan hubungan seksual yang mana kemudian tentunya diikuti proses kehamilan yang memakan waktu 9 bulan sebelum kelahiran. Dan untuk bertahun-tahun orang tua akan merawat anaknya hingga menjadi dewasa dan menjadi manusia yang independen. Proses kehamilan ini bisa dihindari dengan menggunakan alat kontrasepsi layaknya seperti kondom untuk pria dan juga KB untuk wanita.

Jadi itulah pembahasan mengenai sistem reproduksi pada manusia yang mana tentunya untuk Anda yang sudah berkeluarga mungkin sudah mengetahui dengan jelas bagaimana hal tersebut terjadi dan berlangsung. Semoga apa yang sudah dijelaskan diatas bisa memberikan pengetahuan untuk Anda yang masih belum mengetahu bagaimana sistem reproduksi pada manusia itu sendiri.

Artikel Sebelumnya

Sistem Pencernaan Pada Manusia

Keanekaragaman hayati tingkat gen

Ciri ciri penyakit diabetes atau penyakit kencing manis